Rabu, 03 Maret 2010

Bapa Yang BAik

Bapa yang Baik


Bacaan: Matius 7:7-11
Sejak HP banyak digunakan, makin banyak orangtua kerepotan bila anaknya yang masih SD meminta dibelikan HP.. Apalagi, anak zaman sekarang seringkali enggan menerima HP biasa dan berharga murah karena teman-temannya mempunyai HP keluaran terbaru. Kendali utama sebenarnya ada pada orangtua, yang dapat membelikan HP biasa, asalkan bisa dipakai mengirim SMS, telepon, dan permainan sederhana. Toh, kemungkinan besar anak juga hanya memakai HP-nya untuk ketiga aplikasi di atas. Bagi yang sudah beranjak remaja atau memasuki masa kuliah, kebutuhan akan HP yang bisa Facebook-an juga tidak mutlak.

Dalam menjalani hidup sebagai orang percaya, tanpa sadar terkadang kita melakukan hal yang sama. Ketika berdoa, terkadang kita memaksa Tuhan menuruti kemauan kita akan hal-hal tertentu tanpa mau mengerti apakah hal tersebut baik atau malah membahayakan kita. Terkadang ketika Tuhan berkata “tidak” atau menjawab doa tak seperti yang kita harapan, rasa tidak puas kembali muncul. Sebenarnya, siapa yang lebih mengerti apa yang terbaik untuk hidup kita selain Tuhan? Dan ketika Allah memutuskan untuk menunda atau menolak permintaan kita, apakah itu berarti Tuhan sedang merancangkan hal buruk kepada kita? Sebenarnya tidak! Jika seorang ayah senantiasa mengusahakan yang terbaik untuk anak-anak-nya, bukankah Bapa di surga jauh lebih mampu untuk melakukan segala sesuatu untuk kebaikan para anak-Nya!

Siang ini, ingatlah akan semua kebaikan Tuhan di dalam hidup kita selama ini. Bersyukurlah akan hal tersebut dan pertebal keyakinan kita bahwa Dia adalah Bapa yang baik. Jangan pernah ragukan Dia karena Allah sangat layak untuk dipercaya. Firman-Nya “Ya” dan “Amin”. Kalau firman Tuhan berkata, “Dia baik,” artinya Bapa benar-benar baik.

Bible World

Kebun Rahasia Salomo

Salomo naik takhta menjadi Raja Israel tahun 961 SM dan memerintah selama tiga puluh sembilan tahun. “Salomo” artinya perdamian. Sesuai arti namanya, selama masa pemerintahannya Yerusalem menjadi salah satu kota terpenting pada masanya. Selain dikenal sebagai seorang penguasa yang mampu membawa bangsanya pada masa keemasan, Salomo juga dikenal sebagai sosok dengan hikmat yang tak tertandingi sehingga banyak orang bijaksana tunduk di bawah kekuasaannya. Lebih dari tiga ribu kata-kata bijaksana dan nyanyian (mazmur) ditulisnya sepanjang hidupnya.

Namun, tahukah Anda bahwa Salomo ternyata juga dikenal sebagai tukang kebun (Pkh. 2:4-6)? Banyak pakar sejarah dan arkeologi menyatakan bahwa sebenarnya letak kebun-kebun Salomo tidak jauh dari istana. Pasalnya beberapa kilometer di luar kota Yerusalem terdapat tiga penampungan air besar, secara tradisonal disebut Kolam Salomo, yang sengaja dibangun untuk mengairi kebun-kebun Salomo.

Konon kebun Salomo berbentuk persegi empat dengan temboktembok mengelilinginya. Seperti kebanyakan kebun lainnya di Israel, kebun-kebun milik Salomo pun ditanami anggur. Namun bagian kebun yang paling unik adalah bagian yang khusus ditanami rempah-rempah, karena perdagangan jarak jauh dengan India dan Arabia telah memberinya banyak tanaman eksotis. Salah satu hasil terbaik rempah-rempah adalah minyak Narwastu yang bibitnya berasal dari Himalaya, Asia. Batang narwastu kering merupakan salah satu komoditas perdagangan penting di dunia kuno. Para pedagang membawa narwastu kering melintasi Asia dengan menyimpannya di kotak batu pualam putih untuk menjaga keharumannya. Itulah sebabnya minyak ini harganya sangat mahal.

Kitab Kidung Agung menyatakan bahwa kebun-kebun Salomo ada di Baal Hamon (Kid. 8:11), suatu tempat yang tidak dikenali dan tidak disebut di tempat lain di Alkitab. Walau demkian sampai sekarang tak seorang pun dapat menemukan lokasinya secara pasti.

Inspirasi

Pernah Berjalan Sendiri

Perjuangan Lily Greta Karmel selama 23 tahun di bidang kesehatan dan olahraga berbuah manis. Seperti diketahui, usaha wanita kelahiran Jawa Timur ini dalam mendengungkan hidup sehat kepada masyarakat sama sekali tidak mendapat dukungan suami dan dua anaknya. “Mereka menentang habis-habisan sampai anak saya bilang mama mending jadi pengusaha, jelas dan menghasilkan uang,” kenang perempuan cantik ini.

“Bayangkan saja, 10 tahun mereka menentang sedangkan anak saya yang pertama hampir 20 tahun tidak bergeming. Meskipun, 23 tahun bergumul sendiri tanpa dukungan suami dan anak, saya tetap optimis,” katanya.

Mantan model dan atlet aerobik tersebut tetap kekeuh berjuang. Menurut Lily, semua yang ia lakukan merupakan hikmat yang didapat dari Tuhan. Saat berusia 18 tahun, ia sempat mati suri. Di alam lain itu, Tuhan mengajaknya flash back melihat kehidupan yang telah dijalaninya. “Dahsyat banget, seperti membalikkan telapak tangan semuanya terjadi. Hidup saya seperti bola tenis yang digenggam tangan-Nya, Jadi, bisa sewaktu-waktu diremas dan hancur,” ujar Lily sambil menyebutkan bahwa apa yang dialaminya bertepatan dengan hari Pentakosta.

Dari kejadian itu, ia mendapat hikmat bahwa Tuhan bisa kapan saja menyudahi kehidupan ini. “Saya jadi pikir, wah, kasian dong dengan orang-orang yang belum mengenal Yesus, tetap berbuat jahat dan menyia-nyiakan hidup dengan hal yang tak berguna,” jelasnya.

Maka lewat kejadian tersebut ia pun berkomitmen untuk berbuat yang terbaik bagi sesama. Tentu saja lewat talenta berolahraga yang dimilikinya.

Keluarganya pun kemudian memberikan dukungan yang didambakannya. “Keluarga tadinya berpikir bahwa ini adalah ambisi dan emosi saya saja,” tuturnya.

Dan rupanya bukan hanya keluarga, bahkan gereja, berbagai lembaga dan institusi, menghargainya dengan penghargaan. Satu bentuk yang membenarkan visi yang dikobarkannya.

Sumber: Majalah Bahana, Maret 2010

Ekspresi Kasih


Bacaan: 2 Samuael 16:5-14
Pada waktu masih kecil, terkadang kita merasa agak risih apabila orangtua kita terlalu ribut memberi banyak aturan, nasihat, atau teguran. Saya masih ingat jelas bagaimana orangtua selalu menasihati saya untuk tidur siang, belajar, dan tidak lupa waktu saat bermain. Setelah dewasa, nasihat semacam ini terkadang masih saya terima, dengan sedikit tambahan misalnya, “Hati-hati, kalau naik sepeda motor jangan ngebut, nanti ada orang menyeberang jalan mendadak tidak bisa menguasai.”

Terkadang memang tidak mengenakkan ketika teguran atau nasihat diberikan, meskipun tujuannya baik. Teguran dan nasihat yang diberikan oleh orangorang terdekat kita adalah salah satu bentuk kasih dan perhatian yang diberikan demi kebaikan kita juga. Bahkan terkadang, apa yang mereka sampaikan mewakili suara Tuhan yang sedang menegur dan hendak mengingatkan kita. Kakak rohani saya pernah mengalami hal itu ketika suatu kali seorang saudara seiman menegurnya berkaitan dengan hubungan dengan seorang wanita yang membahayakan dirinya. Teguran itu bak petir di siang bolong, menempelak sekaligus menyadarkan dirinya akan bahaya yang mungkin terjadi bila ia meneruskan untuk menjalin hubungan dengan wanita tersebut. Raja Daud pun dalam kapasitasnya sebagai raja, tetap menganggap bahwa teguran dan nasihat itu baik. Ketika Simei mengutukinya, Daud tidak membela diri atau mengiyakan permintaan para pengawalnya untuk membunuh Simei. “Jangan-jangan, Allah memang berfirman untuk Simei mengutuki Daud,“ demikian pikir Daud.

Pagi ini, sebelum memulai segala aktivitas kita, bersyukurlah buat orangorang dekat yang Tuhan berikan dalam hidup Anda. Bersyukurlah atas keluarga, orangtua, rekan-rekan komunitas, dan sahabat-sahabat yang masih mengasihi dan memperhatikan Anda. Belajarlah untuk menikmati kehadiran mereka lewat nasihat, atau teguran yang kadangkala mereka berikan. Siapa tahu, Tuhan sedang berbicara kepada Anda. Merekalah “pagar hidup” yang dipakai Tuhan untuk melindungi, mendampingi, mengawasi, sekaligus menemani kita dalam menjalani kehidupan ini. Jangan pernah mengabaikan teguran dan nasihat.