Pernah Berjalan Sendiri
Perjuangan Lily Greta Karmel selama 23 tahun di bidang kesehatan dan olahraga berbuah manis. Seperti diketahui, usaha wanita kelahiran Jawa Timur ini dalam mendengungkan hidup sehat kepada masyarakat sama sekali tidak mendapat dukungan suami dan dua anaknya. “Mereka menentang habis-habisan sampai anak saya bilang mama mending jadi pengusaha, jelas dan menghasilkan uang,” kenang perempuan cantik ini.
“Bayangkan saja, 10 tahun mereka menentang sedangkan anak saya yang pertama hampir 20 tahun tidak bergeming. Meskipun, 23 tahun bergumul sendiri tanpa dukungan suami dan anak, saya tetap optimis,” katanya.
Mantan model dan atlet aerobik tersebut tetap kekeuh berjuang. Menurut Lily, semua yang ia lakukan merupakan hikmat yang didapat dari Tuhan. Saat berusia 18 tahun, ia sempat mati suri. Di alam lain itu, Tuhan mengajaknya flash back melihat kehidupan yang telah dijalaninya. “Dahsyat banget, seperti membalikkan telapak tangan semuanya terjadi. Hidup saya seperti bola tenis yang digenggam tangan-Nya, Jadi, bisa sewaktu-waktu diremas dan hancur,” ujar Lily sambil menyebutkan bahwa apa yang dialaminya bertepatan dengan hari Pentakosta.
Dari kejadian itu, ia mendapat hikmat bahwa Tuhan bisa kapan saja menyudahi kehidupan ini. “Saya jadi pikir, wah, kasian dong dengan orang-orang yang belum mengenal Yesus, tetap berbuat jahat dan menyia-nyiakan hidup dengan hal yang tak berguna,” jelasnya.
Maka lewat kejadian tersebut ia pun berkomitmen untuk berbuat yang terbaik bagi sesama. Tentu saja lewat talenta berolahraga yang dimilikinya.
Keluarganya pun kemudian memberikan dukungan yang didambakannya. “Keluarga tadinya berpikir bahwa ini adalah ambisi dan emosi saya saja,” tuturnya.
Dan rupanya bukan hanya keluarga, bahkan gereja, berbagai lembaga dan institusi, menghargainya dengan penghargaan. Satu bentuk yang membenarkan visi yang dikobarkannya.
Sumber: Majalah Bahana, Maret 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar