Kamis, 25 Maret 2010

PERANAN ROH KUDUS DALAM DOA KITA



Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Roma 8:26

Nama Roh Kudus berarti Pembela atau Penolong. Dia menolong kita saat berada dalam kesukaran dan pencobaan. Roh Kudus juga bekerja untuk membukakan pintu gerbang permintaan doa. Dia mengajar dan memberitahukan kita tentang rahasia permintaan doa, lalu menaikkan semua permohonan kita kepada Bapa, sebab ...kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; (ayat 26). Seringkali kita tidak tahu hal-hal yang seharusnya kita doakan, termasuk segala keperluan kita sekali pun. Kita tidak tahu bagaimana memohonkannya kepada Tuhan dengan benar.

Roh Kudus menyatakan pada kita tentang keperluan-keperluan kita sehingga kita diajar untuk memiliki penyerahan diri dan kerendahan hati. Roh Kudus juga meletakkan suatu beban permintaan doa kepada setiap hati yang didiamiNya. Terkadang beban yang kita alami begitu berat sampai tak terucapkan, sehingga yang dapat kita lakukan hanyalah mengerang dan meratap kepada Allah. Saat itulah Roh Kudus membantu kita, ...Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. (ayat 26). Barangkali kita tidak pernah mengerti sepenuhnya makna semua doa yang kita ucapkan, namun jawaban Tuhan selalu lebih besar dari permintaan kita. Doa yang kita panjatkan itu ditafsirkan dan disempurnakan oleh Roh Kudus, kemudian Allah menanggapinya menurut hikmat dan kasihNya yang tidak terbatas. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. (Roma 8:27).

Allah selalu menyelidiki hati serta mendengarkan doa kita, tetapi bukan seruan-seruan kita yang keras yang didengarkanNya, melainkan pikiran Roh Kudus yang ada di dalam kita karena Dialah yang diakui Bapa selaku pemimpin dan penolong sejati kita, bukan ucapan-ucapan kita. Jika kita hidup dipimpin Roh Kudus dan terlatih mengenal bisikanNya, kita tidak akan menyerukan doa sia-sia yang berasal dari dorongan hati yang salah, melainkan berdoa menurut pimpinanNya sehingga sesuai kehendak Allah.

Roh Kudus menyempurnakan doa kita

Ketika Semua Orang Menahan Anda



Empat puluh hari setelah Yesus di cobai di padang gurun oleh iblis, Dia memulai pelayanannya. Di kota bernama Kapernaum ini Yesus melakukan berbagai mukjizat dan juga mengajar dengan penuh kuasa. Orang-orang Kapernaum begitu terpukau oleh-nya, sehingga ingin menahannya agar berada lebih lama di kota itu. Tapi apakah jawab Yesus?

Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Juga di kota-kota lain Aku harus memberitakan Injil Kerajaan Allah sebab untuk itulah Aku diutus." (Lukas 4:43).

Yesus melawan arus, Dia menolak apa yang diinginkan oleh orang banyak karena Dia tahu pasti apa yang menjadi tujuan hidupnya. Dia sedang mengemban tugas yang sangat penting, sehingga Dia tidak bisa membiarkan sesuatupun menghalangi untuk menggenapi rencana Bapa-Nya.

Bukankah Anda bersyukur Dia membuat pilihan itu? Apa jadinya jika Dia tetap berada di Kapernaum? Mungkin Dia tidak pernah menemui murid-muridnya, atau mungkin tidak pernah ada karya salib. Namun tidak, Yesus tahu prioritasnya. Dia mengasihi orang-orang Kapernaum, namun Dia tahu tujuan yang lebih besar telah menantinya. Mungkin Dia berkata, "Menurutku tujuanku adalah menyelamatkan seluruh dunia, dan salib adalah tujuan hidupku. Tetapi seluruh kota ini memintaku untuk tinggal di Kapernaum. Apakah mungkin semua orang ini salah?"

Ya... orang-orang itu salah. Yesus menolak sesuatu yang baik agar Dia bisa melakukan hal yang benar. Dia menggenapi panggilan-Nya, Kayu Salib.

Dua hari menjelang tahun baru ini, apakah Anda mengalami hal yang sama seperti yang Yesus alami. Adakah hal-hal baik yang menahan Anda untuk melangkah maju? Jika "Ya" adalah jawaban Anda. Lakukan seperti yang Yesus lakukan. Tolaklah, dan lakukanlah yang benar. Genapi panggilan Anda! Genapi rancangan yang telah Tuhan tetapkan bagi Anda.

Hal yang baik, tidaklah selalu merupakan hal yang benar untuk dilakukan. Salib sepertinya adalah sesuatu yang buruk bagi semua orang saat itu, namun Yesus tahu pasti panggilan-Nya. Dia terus maju. Bagaimana dengan Anda? Siapkah Anda menuju salib Anda sendiri. Sebuah panggilan sorgawi yang hanya Anda bisa menggenapinya bahkan saat semua orang berusaha menahan Anda untuk melakukan sesuatu yang baik bersama mereka. Maukah Anda meninggalkan mereka? Ingatlah, jawaban Anda hari ini akan berdampak atas masa depan yang akan Anda jalani

Ketika Garam Kehilangan Asinnya



“Kamu adalah garam dunia, jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang” (Mat. 5:13).

Mahadma Gandhi pernah sangat kecewa kepada orang Kristen di India karena sikap mereka yang sangat arogan dan suka membeda-bedakan. “Aku bersimpati kepada ajaran Yesusmu, akan tetapi sangat muak dengan cara hidupmu,” ucap tokoh negeri Sungai Gangga yang dikenal di seantaro dunia ini.

Mengapa banyak orang kecewa terhadap gereja? Terhadap pengikut Kristus yang seharusnya menjadi batu lompatan untuk mengenal Kristus? Mengapa mereka tidak dapat melanjutkan ketertarikan mereka kepada Kristus saat mereka melihat cara hidup orang-orang yang menamakan diri sebagai pengikut Kristus?

Pembaca Rema terkasih, malam ini firman Tuhan mengingatkan kembali inti keberadaan kita di atas muka bumi ini. “Kamu adalah garam dunia. Jika garam kehilangan asinnya tidak ada gunanya lagi kecuali dibuang dan diinjak-injak orang,” demikian pesan Tuhan Yesus.

Pada zaman itu, garam yang dipakai untuk memasak menempel pada suatu media yang bisa berupa bunga karang atau lainnya. Setiap kali garam dipakai dimasukan ke dalam tempat yang telah disediakan sebagai wadah memasak. Ketika garam yang menempel di bunga karang itu habis, maka media tersebut akan dibuang. Mengapa demikian? Karena manfaatnya telah tiada. Tinggal sisa-sisa yang tidak ada gunanya lagi!

Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, seberapa besarkah tekad kita untuk menjadi sarana-Nya sehingga olehnya banyak orang yang datang kepada Dia? Sudahkah kita memahami rencana-Nya bagi dunia ini yaitu agar segenap lutut bertelut dan mengaku bahwa Kristus adalah Tuhan bagi kemuliaan Allah bapa! (Mts)
Rata Penuh
Tuhan ajari aku selalu mengerti maksud-Mu. Bimbing aku supaya berhasil menggarami dunia ini.

Tunjukan Dengan Perbuatan

"Orang lebih dahulu dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat," Anda bisa mempercayai pernyataan ini atau tidak, tetapi itulah kenyataannya. Jika Anda saat ini memiliki anak maka Anda akan melihatnya. Tidak peduli apa yang Anda perintahkan supaya dilakukan oleh anak-anak Anda, kecenderungan alami mereka adalah mengikuti apa yang mereka lihat Anda kerjakan.

Bagi sebagian besar orang, jika mereka melihat bahwa Anda bersikap positif, dapat dipercaya, dan mempunyai kualitas-kualitas mengagumkan, mereka akan mencari Anda sebagai pengaruh dalam kehidupan mereka. Saat Anda bertemu dengan orang-orang yang belum mengenal Anda, pada mulanya Anda pasti belum mempunyai pengaruh pada mereka. Orang-orang ini belum bisa melihat kualitas yang Anda di dalam diri, namun hal itu tidak akan berlangsung lama.

Pada saat berinteraksi dan mereka melihat segala tindakan Anda yang membangun kehidupan mereka maka disitulah Anda mendapatkan kepercayaan. Kepercayaan inilah yang sebenarnya membuat Anda memiliki pengaruh terhadap orang-orang di sekitar Anda. Oleh karena itu, jagalah kepercayaan yang mereka berikan dengan cara hidup benar di hadapan Tuhan.

"Dengan kata-kata saja seorang hamba tidak dapat diajari, sebab walaupun ia mengerti, namun ia tidak mengindahkannya."

Keteladanan yang Anda tampilkan melalui perbuatan memiliki pengaruh sangat besar dibandingkan perkataan yang indah dan enak didengar.

Telur Paskah

Banyak sekolah minggu dan taman kanak-kanak serta sekolah dasar kristen merayakan Paskah dengan berlomba mencari telur. Telur ayam atau telur itik yang sudah direbus dan dihias dengan aneka warna disembunyikan di antara semak di taman. Lalu anak-anak berlomba mencarinya. Ada juga perlombaan menghias telur. Telur itu diberi topi atau jenggot dan digambar menjadi badut berhidung merah atau tukang sulap bertopi tinggi dan sebagainya.

Kemudian pernahkah Anda perhatikan bahwa dikartu ucapan selamat paskah, biasanya selain gambar bunga ada juga gambar kelinci? Nah, apa hubungan Paskah dengan telur dan kelinci? Hubungan secara langsung sebenarnya tidak ada. Inilah latar belakang lahirnya tradisi merayakan Paskah dengan telur dan kelinci.

Tradisi
Pada jaman abad-abad permulaan, di Inggris orang sudah mengenal Dewi Eostre (di Jerman: Dewi Austro) sebagai Dewi musim semi atau Dewi kesuburan dan perpanjangan hidup, yang kira-kira dapat dibandingkan dengan Dewi Sri di Indonesia.

Hari Paskah selalu jatuh di sekitar- hari-hari perayaan Dewi Eostre itu. Sebab itu lambat laun orang mengambil alih perayaan Dewi Oestre itu. Kata Inggris dan Jerman untuk Paskah yaitu Easter atau Ostern, diambil dari nama Dewi Eostre atau Austro itu. Juga kegiatan perayaan itu diambil alih dan diberi dengan isi yang baru.

Bagitulah telur yang semula adalah lambang cikal bakal kehidupan diambil alih menjadi lambang bangkitnya kehidupan. Kelinci yang semua adalah lambang kesuburan (karena dapat berkembang biak dengan cepat) diambil alih dan diberi arti paskah, yaitu lambang kehidupan yang berlimpah dalam kristus.

Bagi orang di belahan bumi utara. Paskah bertepatan dengnan musim semi. Musim semi adalah musim yang memperlihatkan munculnya kembali kehidupan. Pohon-pohon yang selama musim gugur dan musim dingin menjadi gundul, kini mulai bertunas. Bunga mulai bermekaran. Binatang-binatang mulai keluar dari perlindungannya. kehidupan dimulai lagi.

Demikianlah orang-orang kristen sejak jaman itu mengambil alih perayaan itu. Lambang telur dan kelinci pun diambil alih dan dijadikan lambang bahwa oleh kebangkitan kristus, hidup kita dimulai lagi secara baru untuk menjadi hidup yang bersemi dan berlimpah.

Buka esensi
Ingat, telur dan kelinci itu hanyalah aksesoris atau hiasan Paskah yang dipakai untuk membuat orang kristiani lebih mendalami arti paskah. Jangan sampai hal-hal yang aksesoris itu dikultuskan atau disembah, dan pengorbanan Kristus yang merupakan esensi Paskah justru dilupakan serta terlupakan.

Selama lebih dari 100 tahun, anak-anak datang ke halaman gedung putih pada hari senin setelah Paskah, untuk ikut berburu telur paskah. Dengan begitu banyaknya acara yang berlangsung, muncul komersialisasi. Dan ironisnya, buka Tuhan Yesus yang ditonjolkan, melainkan telur dan kelinci Paskah.

Hati-hati, kalau yang aksesoris itu pamornya melebihi yang esensi lebih baik ditinggalkan dan kembali fokus memberitakan esensi, yaitu Tuhan Yesus. Jangan sampai, ketika paskah tiba, kita menjadi sukacita, bukan karena memperingati kebangkitan yesus, melainkan menanti datangnya lomba mencari telur.

Lebih jauh, rentang waktu yang lama membuat orang banyak mulai lupa dan menganggap remeh pengorbanan Yesus di kayu salib, bahkan ada yang menyebut peristiwa itu sebagai dongeng atau cerita kuno yang sangat dramatis dan menguras air mata.

Tidak sedikit orang-orang Kristiani yang terharu dan menangis tersedu-sedu ketika melihat penayangan film penyaliban Kristus "Passion of the Christ", tetapi tidak memahami betapa Dia telah meniti jalan penderitaan untuk menebus dosa-dosa manusia, termasuk mereka yang menonton. "Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan DiriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." (Filipi 2:8)

Bagi banyak orang, paskah identik dengan telur yang akan dibagi-bagikan, tetapi sesungguhnya Paskah adalah kemenangan kristus, yang mengalahkan kuasa maut (kematian) melalui kebangkitanNya. Tanpa kebangkitanNya, iman Kristen menjadi sia-sia belaka. Tanpa kebangkitanNya maka kepercayaan kita kepadaNya tidak berarti apa-apa dan kita tetap akan mengalami kebinasaan karena dosa. Tetapi sebaliknya, karena kebangkitanNya kita sekarang memiliki pengharapan dan masa depan yang pasti.

Senin, 08 Maret 2010

JANGAN KERASKAN HATIMU



Bacaan: Mazmur 95:6-11
Ketika sedang mengetik, mata saya selalu memperhatikan setiap karakter yang muncul di layar monitor laptop saya. Kalau ada kesalahan ketik, saya akan segera menghapus dan menggantinya saat itu juga. Ini sudah menjadi kebiasaan sejak dulu sehingga hasil ketikan tidak akan jadi berantakan. Namun, ada juga kebiasaan orang yang berbeda. Saat mengetik, ada orang yang malas memperhatikan apakah ada kesalahan ketik. Akibatnya, hasil ketikannya tidak nyaman dibaca karena banyak kesalahan kecil di sana-sini. Parahnya lagi, bila kebiasaan ini dipelihara terus menerus, orang ini akan menjadi pribadi yang teledor yang suka membiarkan kesalahan yang dianggapnya sepele. Hasil kerjanya adalah asal selesai saja.

Ini adalah contoh sepele dari karakter manusia yang terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan yang nampaknya remeh. Orang yang terbiasa menebalkan telinga akan menjadi pribadi yang bebal dan tidak peka terhadap situasi di sekelilingnya. Orang yang terbiasa mengabaikan nasihat akan menjadi keras kepala sampai akhir hayatnya.

Firman Tuhan mengajarkan kepada kita untuk menjadi orang yang lembut hati, bukan yang keras hati. Orang yang keras hati disebut sebagai orang yang bodoh. Dan menariknya, kita bisa menjadi orang yang keras hati bukan mendadak secara tiba-tiba. Kekerasan hati terbentuk dari proses. Ibarat kerak pada teko air yang dibiarkan menumpuk terus menerus hingga makin tebal dari hari ke hari.

Ketika Firman Tuhan menegur kita, jangan suka mengabaikannya. Sekali kita mengabaikannya, dua kali kita membiarkannya, lama-lama kita benar-benar menjadi tuli dan tidak bisa lagi mendengar suara-Nya. Adalah lebih bijaksana bila kita memiliki hati yang lembut, yang mudah menerima teguran dan mengakui kesalahan. Dengan demikian kita bisa memperbaiki kesalahan itu segera sebelum jadi bola salju yang terus membesar. Ketika Firman Tuhan menegur kita, jangan mengabaikannya. Ketika nasihat ortu dilontarkan, jangan mengabaikannya. Jangan menjadikan telinga kita sendiri menjadi tuli. Justru pertajam pendengaranmu menjadi semakin peka dari hari ke hari.

Iman Kepada Agama Atau Iman Kepada Yesus

Bacaan: Yohanes 14:1-14

Akulah jalan dan kebenaran dan hidup.- Yohanes 14:6

Begitu banyak orang membangga-banggakan agamanya. Selalu berkata bahwa agamanyalah yang paling baik dan paling benar. Dengan sikap yang seperti ini, lahirlah fanatisme yang berlebihan terhadap agama yang diyakininya. Kalau sudah begini, bisa-bisa tindakan apapun juga akan dilegalkan demi membela agamanya. Itu sebabnya tak perlu kaget kalau ada istilah perang suci atau “bom suci”. Dendam, pembunuhan, bahkan pembantaian hanya demi membela agama yang dianut.

Berbicara tentang hal ini, kita tahu bahwa agama memiliki rapor merah yang begitu banyak. Sejarah mencatat rapor merah agama, mulai dari para pembunuh Khawarij pada abad ke-7 sampai dengan “bom suci” di masa sekarang ini. Di kalangan kristiani juga pernah terjadi hal yang tak kalah mengerikan. Sekelompok kaum Protestan dibakar hidup-hidup oleh seorang ratu Inggris yang Katolik pada pertengahan abad ke-16. Demikian juga menurut sebuah gambar terbitan Antwerp, Belgia, tampak kelompok Protestan yang menamakan dirinya “Huguenots” memancung korbannya dengan sangat keji. Ngomong-ngomong soal Yesus, bukankah dalang di balik penyaliban Yesus juga adalah dari kelompok agama?

Itu sebabnya sangat keliru kalau kita memiliki fanatisme yang berlebihan terhadap agama, termasuk agama Kristen sekalipun! Sekali lagi bahwa agama tidak akan pernah bisa menyelamatkan kita. Alkitab tidak pernah berkata, apalagi menjamin bahwa setiap penganut agama Kristen akan masuk sorga. Agama bukan jalan. Yesus lah jalan! Itu sebabnya iman kita seharusnya kepada Yesus, bukan kepada agama yang kita anut.

Pemahaman yang seperti ini akan menghindarkan kita dari tindakan-tindakan konyol hanya dengan dalih untuk membela agama. Agama hanyalah wadah dan bukan intinya. Apapun alasannya, intinya haruslah tetap Yesus. Itu sebabnya saya tidak pernah bangga hanya menjadi orang Kristen, tapi saya sangat bangga menjadi pengikut Kristus. Kalaupun saya melakukan hal-hal rohani, saya tidak melakukan demi agama, tapi saya melakukannya demi Kristus. Saya tidak melayani agama, saya melayani Kristus. Saya tidak mau berkorban hanya demi agama, tapi saya akan berani habis-habisan demi Kristus. Saya tidak mau mati demi agama, tapi saya mau hidup demi Kristus. Bagaimana dengan Anda?

Minggu, 07 Maret 2010

Xtraordinary-XOcc

" Seperti Anak Panah Ditangan Pahlawan, Demikianlah Anak-Anak Pada Masa Muda. "

Rabu, 03 Maret 2010

Bapa Yang BAik

Bapa yang Baik


Bacaan: Matius 7:7-11
Sejak HP banyak digunakan, makin banyak orangtua kerepotan bila anaknya yang masih SD meminta dibelikan HP.. Apalagi, anak zaman sekarang seringkali enggan menerima HP biasa dan berharga murah karena teman-temannya mempunyai HP keluaran terbaru. Kendali utama sebenarnya ada pada orangtua, yang dapat membelikan HP biasa, asalkan bisa dipakai mengirim SMS, telepon, dan permainan sederhana. Toh, kemungkinan besar anak juga hanya memakai HP-nya untuk ketiga aplikasi di atas. Bagi yang sudah beranjak remaja atau memasuki masa kuliah, kebutuhan akan HP yang bisa Facebook-an juga tidak mutlak.

Dalam menjalani hidup sebagai orang percaya, tanpa sadar terkadang kita melakukan hal yang sama. Ketika berdoa, terkadang kita memaksa Tuhan menuruti kemauan kita akan hal-hal tertentu tanpa mau mengerti apakah hal tersebut baik atau malah membahayakan kita. Terkadang ketika Tuhan berkata “tidak” atau menjawab doa tak seperti yang kita harapan, rasa tidak puas kembali muncul. Sebenarnya, siapa yang lebih mengerti apa yang terbaik untuk hidup kita selain Tuhan? Dan ketika Allah memutuskan untuk menunda atau menolak permintaan kita, apakah itu berarti Tuhan sedang merancangkan hal buruk kepada kita? Sebenarnya tidak! Jika seorang ayah senantiasa mengusahakan yang terbaik untuk anak-anak-nya, bukankah Bapa di surga jauh lebih mampu untuk melakukan segala sesuatu untuk kebaikan para anak-Nya!

Siang ini, ingatlah akan semua kebaikan Tuhan di dalam hidup kita selama ini. Bersyukurlah akan hal tersebut dan pertebal keyakinan kita bahwa Dia adalah Bapa yang baik. Jangan pernah ragukan Dia karena Allah sangat layak untuk dipercaya. Firman-Nya “Ya” dan “Amin”. Kalau firman Tuhan berkata, “Dia baik,” artinya Bapa benar-benar baik.

Bible World

Kebun Rahasia Salomo

Salomo naik takhta menjadi Raja Israel tahun 961 SM dan memerintah selama tiga puluh sembilan tahun. “Salomo” artinya perdamian. Sesuai arti namanya, selama masa pemerintahannya Yerusalem menjadi salah satu kota terpenting pada masanya. Selain dikenal sebagai seorang penguasa yang mampu membawa bangsanya pada masa keemasan, Salomo juga dikenal sebagai sosok dengan hikmat yang tak tertandingi sehingga banyak orang bijaksana tunduk di bawah kekuasaannya. Lebih dari tiga ribu kata-kata bijaksana dan nyanyian (mazmur) ditulisnya sepanjang hidupnya.

Namun, tahukah Anda bahwa Salomo ternyata juga dikenal sebagai tukang kebun (Pkh. 2:4-6)? Banyak pakar sejarah dan arkeologi menyatakan bahwa sebenarnya letak kebun-kebun Salomo tidak jauh dari istana. Pasalnya beberapa kilometer di luar kota Yerusalem terdapat tiga penampungan air besar, secara tradisonal disebut Kolam Salomo, yang sengaja dibangun untuk mengairi kebun-kebun Salomo.

Konon kebun Salomo berbentuk persegi empat dengan temboktembok mengelilinginya. Seperti kebanyakan kebun lainnya di Israel, kebun-kebun milik Salomo pun ditanami anggur. Namun bagian kebun yang paling unik adalah bagian yang khusus ditanami rempah-rempah, karena perdagangan jarak jauh dengan India dan Arabia telah memberinya banyak tanaman eksotis. Salah satu hasil terbaik rempah-rempah adalah minyak Narwastu yang bibitnya berasal dari Himalaya, Asia. Batang narwastu kering merupakan salah satu komoditas perdagangan penting di dunia kuno. Para pedagang membawa narwastu kering melintasi Asia dengan menyimpannya di kotak batu pualam putih untuk menjaga keharumannya. Itulah sebabnya minyak ini harganya sangat mahal.

Kitab Kidung Agung menyatakan bahwa kebun-kebun Salomo ada di Baal Hamon (Kid. 8:11), suatu tempat yang tidak dikenali dan tidak disebut di tempat lain di Alkitab. Walau demkian sampai sekarang tak seorang pun dapat menemukan lokasinya secara pasti.

Inspirasi

Pernah Berjalan Sendiri

Perjuangan Lily Greta Karmel selama 23 tahun di bidang kesehatan dan olahraga berbuah manis. Seperti diketahui, usaha wanita kelahiran Jawa Timur ini dalam mendengungkan hidup sehat kepada masyarakat sama sekali tidak mendapat dukungan suami dan dua anaknya. “Mereka menentang habis-habisan sampai anak saya bilang mama mending jadi pengusaha, jelas dan menghasilkan uang,” kenang perempuan cantik ini.

“Bayangkan saja, 10 tahun mereka menentang sedangkan anak saya yang pertama hampir 20 tahun tidak bergeming. Meskipun, 23 tahun bergumul sendiri tanpa dukungan suami dan anak, saya tetap optimis,” katanya.

Mantan model dan atlet aerobik tersebut tetap kekeuh berjuang. Menurut Lily, semua yang ia lakukan merupakan hikmat yang didapat dari Tuhan. Saat berusia 18 tahun, ia sempat mati suri. Di alam lain itu, Tuhan mengajaknya flash back melihat kehidupan yang telah dijalaninya. “Dahsyat banget, seperti membalikkan telapak tangan semuanya terjadi. Hidup saya seperti bola tenis yang digenggam tangan-Nya, Jadi, bisa sewaktu-waktu diremas dan hancur,” ujar Lily sambil menyebutkan bahwa apa yang dialaminya bertepatan dengan hari Pentakosta.

Dari kejadian itu, ia mendapat hikmat bahwa Tuhan bisa kapan saja menyudahi kehidupan ini. “Saya jadi pikir, wah, kasian dong dengan orang-orang yang belum mengenal Yesus, tetap berbuat jahat dan menyia-nyiakan hidup dengan hal yang tak berguna,” jelasnya.

Maka lewat kejadian tersebut ia pun berkomitmen untuk berbuat yang terbaik bagi sesama. Tentu saja lewat talenta berolahraga yang dimilikinya.

Keluarganya pun kemudian memberikan dukungan yang didambakannya. “Keluarga tadinya berpikir bahwa ini adalah ambisi dan emosi saya saja,” tuturnya.

Dan rupanya bukan hanya keluarga, bahkan gereja, berbagai lembaga dan institusi, menghargainya dengan penghargaan. Satu bentuk yang membenarkan visi yang dikobarkannya.

Sumber: Majalah Bahana, Maret 2010

Ekspresi Kasih


Bacaan: 2 Samuael 16:5-14
Pada waktu masih kecil, terkadang kita merasa agak risih apabila orangtua kita terlalu ribut memberi banyak aturan, nasihat, atau teguran. Saya masih ingat jelas bagaimana orangtua selalu menasihati saya untuk tidur siang, belajar, dan tidak lupa waktu saat bermain. Setelah dewasa, nasihat semacam ini terkadang masih saya terima, dengan sedikit tambahan misalnya, “Hati-hati, kalau naik sepeda motor jangan ngebut, nanti ada orang menyeberang jalan mendadak tidak bisa menguasai.”

Terkadang memang tidak mengenakkan ketika teguran atau nasihat diberikan, meskipun tujuannya baik. Teguran dan nasihat yang diberikan oleh orangorang terdekat kita adalah salah satu bentuk kasih dan perhatian yang diberikan demi kebaikan kita juga. Bahkan terkadang, apa yang mereka sampaikan mewakili suara Tuhan yang sedang menegur dan hendak mengingatkan kita. Kakak rohani saya pernah mengalami hal itu ketika suatu kali seorang saudara seiman menegurnya berkaitan dengan hubungan dengan seorang wanita yang membahayakan dirinya. Teguran itu bak petir di siang bolong, menempelak sekaligus menyadarkan dirinya akan bahaya yang mungkin terjadi bila ia meneruskan untuk menjalin hubungan dengan wanita tersebut. Raja Daud pun dalam kapasitasnya sebagai raja, tetap menganggap bahwa teguran dan nasihat itu baik. Ketika Simei mengutukinya, Daud tidak membela diri atau mengiyakan permintaan para pengawalnya untuk membunuh Simei. “Jangan-jangan, Allah memang berfirman untuk Simei mengutuki Daud,“ demikian pikir Daud.

Pagi ini, sebelum memulai segala aktivitas kita, bersyukurlah buat orangorang dekat yang Tuhan berikan dalam hidup Anda. Bersyukurlah atas keluarga, orangtua, rekan-rekan komunitas, dan sahabat-sahabat yang masih mengasihi dan memperhatikan Anda. Belajarlah untuk menikmati kehadiran mereka lewat nasihat, atau teguran yang kadangkala mereka berikan. Siapa tahu, Tuhan sedang berbicara kepada Anda. Merekalah “pagar hidup” yang dipakai Tuhan untuk melindungi, mendampingi, mengawasi, sekaligus menemani kita dalam menjalani kehidupan ini. Jangan pernah mengabaikan teguran dan nasihat.

Senin, 01 Maret 2010

Didikan Tuhan


Hai anakku, janganlah engkau menolak didikan Tuhan, dan janganlah Engkau bosan akan peringatanNya. Karena Tuhan memberi ajaran kepada yang dikasihiNya, seperti seorang Ayah kepada anak yang disayangi. (Amsal 3 : 11-12) Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia-nyiakan Ajaran ibumu (Amsal 1 :8)
Ada beberapa cara siiblis itu menyerang anak-anak Tuhan, diantaranya :
  1. Dosa yang tidak mau mengampuni kesalahan orang lain (Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu) Matius 6:15.
  2. Dosa yang tidak mau mengakui dihadapan Tuhan, saat ini banyak hamba Tuhan berkhotbah hanya tentang “Berkat” dan jarang mengajarkan untuk Membawa jemaatnya untuk minta ampun atas kesalahannya kepada Tuhan, Jikalau umat Tuhan ingin dipulihkan, mereka harus mengaku dahulu segala Dosa/kesalahannya dihadapan Tuhan untuk dipulihkan. “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan kita” (1 Yohanes 1:9)
Sebenarnya masih ada beberapa cela yang membuat iblis itu menguasai kehidupan anak-anak Tuhan, tetapi dosa yang Tuhan paling benci adalah kedua dosa tsb. Karena Yesus rela mati dikayu salib, hanya karena ingin mengampuni dosa-dosa manusia, kalau manusianya sendiri tidak mau mengampuni dan mengakui dosa2nya berarti dia lebih hebat dari Tuhan Yesus. Dibawah ini ada Firman Tuhan yang memperingatkan kita semua agar kita tidak menjadi kutuk tetapi menjadi berkat .
“Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati namaKu, Firman Tuhan semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk keantaramu dan akan membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk, dan Aku telah membuatnya jadi kutuk, sebab kamu ini tidak memperhatikan” (Maleakhi 2:2)
“Harus engkau mengajarkannya ber-ulang-ulang kepada anak-anakmu..” (ulangan 6:7) dan memberi peringatan firman Tuhan kepada mereka, supaya Tuhan tidak mengutuknya karena ketidak tahuan mereka, karena tidak ada orang tua didunia ini yang tidak menyayangi anak-anaknya, firman Tuhan memberi peringatan sbb:
“ Terkutuklah orang yang memandang rendah ibu dan bapanya” (ulangan 27: 16) Wahai Sahabat2 Kristen ”Hormatilah ayah dan ibumu, ini adalah suatu perintah penting….supaya kamu berbahagia dan panjang umur” (Efesus 6:2-3)

Penemuan tembok kuno dukung kisah Alkitab


Beberapa arkeolog mengatakan bahwa kisah-kisah Alkitab tentang Raja Daud dan Salomo hanyalah sebuah mitos. Tetapi penemuan tembok kuno di Yerusalem Timur seolah-olah mematahkan anggapan tersebut. Tembok kuno di Yerusalem timur ini merupakan bagian dari kisah Perjanjian Lama dalam Alkitab. Dr Eilat Mazar, seorang arkeolog Israel, mengatakan pecahan-pecahan tembikar yang ditemukan di lokasi tembok berasal dari abad ke-10 SM sekitar 3.000 tahun yang lalu pada saat Yerusalem diperintah oleh Raja Salomo. Mazar mengatakan catatan Perjanjian Lama yang ditemukan dalam 1 Raja-raja adalah mutlak benar.
"Ini pertama kalinya, kita mendapatkan gerbang kota dan garis benteng dari zaman Raja Salomo," kata Mazar. "Ini berasal dari abad ke-10 SM, bagian yang paling indah dari tembok kota yang dapat bertahan dan semua temuan yang kita miliki menunjukkan berasal dari sekitar abad ke-10, sehingga selaras dengan versi Alkitab."
Salah satu bagian dari garis gerbang dan benteng terletak tepat di luar tembok kota tua Yerusalem. Itu terletak di sebelah apa yang digunakan untuk menjadi Yahudi kuno Temple Mount. Saat ini, telah berdiri di atasnya Dome of The Rock dan Masjid Al-Aqsa.
Sumber : cbn.com/dan - http://www.jawaban.com/news/news/detail.php?id_news=100226143300

Kerajaan ALLAH Bukan Tentang Saya


Kerajaan Allah bukanlah tentang ‘saya' tetapi tentang mentransformasi dunia dan semua yang didalamnya, demikian ungkap Brian McLaren.

Saat menjadi pembicara dalam seminar dua hari "Faithworks Confrence" pada Sabtu lalu, Brian berkata bahwa kebanyakan pemimpin gereja mengarahkan umat Kristen hanya bagaimana cara masuk Sorga sebagai pusat iman mereka, dan melupakan pentingnya menerapkan iman mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, banyak orang Kristen telah menjadi "konsumer barang-barang dan pelayanan rohani" yang melihat gereja sebagai sesuatu yang harus memenuhi kebutuhan mereka dan menjadi rumah bagi jiwa mereka hingga saatnya nanti masuk ke Sorga.

Seharus orang-orang Kristen harus menjadi agen-agen Kerajaan Allah yang membawa perubahan di bumi ini.

"Kerajaan Allah adalah tentang Kerajaan Allah yang dinyatakan di bumi ini. Ini bukan rencana untuk memobilisasi orang ke atas atau bagaimana kita bisa sampai ke Sorga tetapi bagaimana Kerjaan Allah datang dan turun di bumi ini.. itu adalah gerakan ke bawah," tambahnya.

Brian mendesak agar gereja dan orang-orang Kristen untuk berperan dalam mendatangkan Kerajaan Allah di bumi ini dengan menjadi ‘lengan, tangan, kaki, dan wajah' yang tersenyum kepada dunia ini.

The Faithworks 360 degrees conference ini diadakan di Enfield, North London, untuk menjelajahi visi gereja dalam segala aspek kehidupan.

Sebelumnya, pendiri dari Faithworks, Steve Chalke meminta orang Kristen untuk mencari kembali arti dan tujuan dari hidup mereka dengan keluar dari gereja dan melayani komunitas masyarakat dimana mereka tinggal.