Rabu, 03 Maret 2010

Ekspresi Kasih


Bacaan: 2 Samuael 16:5-14
Pada waktu masih kecil, terkadang kita merasa agak risih apabila orangtua kita terlalu ribut memberi banyak aturan, nasihat, atau teguran. Saya masih ingat jelas bagaimana orangtua selalu menasihati saya untuk tidur siang, belajar, dan tidak lupa waktu saat bermain. Setelah dewasa, nasihat semacam ini terkadang masih saya terima, dengan sedikit tambahan misalnya, “Hati-hati, kalau naik sepeda motor jangan ngebut, nanti ada orang menyeberang jalan mendadak tidak bisa menguasai.”

Terkadang memang tidak mengenakkan ketika teguran atau nasihat diberikan, meskipun tujuannya baik. Teguran dan nasihat yang diberikan oleh orangorang terdekat kita adalah salah satu bentuk kasih dan perhatian yang diberikan demi kebaikan kita juga. Bahkan terkadang, apa yang mereka sampaikan mewakili suara Tuhan yang sedang menegur dan hendak mengingatkan kita. Kakak rohani saya pernah mengalami hal itu ketika suatu kali seorang saudara seiman menegurnya berkaitan dengan hubungan dengan seorang wanita yang membahayakan dirinya. Teguran itu bak petir di siang bolong, menempelak sekaligus menyadarkan dirinya akan bahaya yang mungkin terjadi bila ia meneruskan untuk menjalin hubungan dengan wanita tersebut. Raja Daud pun dalam kapasitasnya sebagai raja, tetap menganggap bahwa teguran dan nasihat itu baik. Ketika Simei mengutukinya, Daud tidak membela diri atau mengiyakan permintaan para pengawalnya untuk membunuh Simei. “Jangan-jangan, Allah memang berfirman untuk Simei mengutuki Daud,“ demikian pikir Daud.

Pagi ini, sebelum memulai segala aktivitas kita, bersyukurlah buat orangorang dekat yang Tuhan berikan dalam hidup Anda. Bersyukurlah atas keluarga, orangtua, rekan-rekan komunitas, dan sahabat-sahabat yang masih mengasihi dan memperhatikan Anda. Belajarlah untuk menikmati kehadiran mereka lewat nasihat, atau teguran yang kadangkala mereka berikan. Siapa tahu, Tuhan sedang berbicara kepada Anda. Merekalah “pagar hidup” yang dipakai Tuhan untuk melindungi, mendampingi, mengawasi, sekaligus menemani kita dalam menjalani kehidupan ini. Jangan pernah mengabaikan teguran dan nasihat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar